indosteger@gmail.com   +62218294428

News

Mengenal Jenis-Jenis Pipa Air

Pipa merupakan material penyokong yang amat dibutuhkan dalam instalasi bangunan. Pipa bekerja sebagai pendistribusi aliran air ke berbagai titik. Maka dari itu, pemilihan pipa yang tepat akan menjadikan bangunan layak ditempati. Terlebih, pipa harus diatur dan dibagi dalam dua subsistem. Subsistem pertama untuk air bersih, sedangkan yang kedua untuk pengeluaran air limbah.

Ada banyak jenis pipa air yang perlu diketahui. Mau tahu selengkapnya? Jangan sampai lewatkan uraiannya berikut ini!

1. Pipa HDPE

Jenis pipa air yang akan dibahas pertama kali adalah pipa HDPE (High Density Polyethylene). Varian ini terbuat dari bahan plastik nontoksik dengan tingkat elastisitas tinggi. Pipa HDPE sangat aman sebagai penyalur air untuk kebutuhan rumah tangga. Keelastisan serta kekuatannya mampu bertahan dalam area bertanah curam, rawan bencana, atau tidak stabil.

2. Pipa galvanis

Pipa yang satu ini terbuat dari besi seng dengan lapisan baja. Proses pemasangannya cenderung sukar dilakukan. Hal tersebut dikarenakan pemasangan pipa galvanis yang memerlukan akurasi tinggi. Walaupun aman digunakan di dalam maupun luar tanah, tetap saja dianjurkan untuk memasang pengaman. Pengaman ini akan membuat pipa galvanis lebih tahan dan awet.

3. Pipa PVC

Jenis PVC bisa dibilang paling umum dipakai oleh masyarakat, baik untuk air bersih, air limbah, air hujan, maupun drainase. Pipa ini memiliki warna yang beragam dan warna putih termasuk yang populer digunakan. Tak jarang, orang-orang akan memakai warna variatif untuk membedakan setiap fungsi pipa.

4. Pipa tembaga

Pipa tembaga bersifat tahan perubahan suhu sehingga biasa digunakan untuk instalasi refrigerant. Belum lagi, pipa ini cocok dipasang, baik di dalam maupun di luar tanah. Apabila hendak mengaplikasikannya di bawah tanah, jangan lupa melapisi dengan pengaman supaya tidak terpengaruh oleh keasaman tanah.

5. Pipa PEX

Pipa PEX atau Cross-linked Polyethylene merupakan jenis pipa yang tahan panas dan dingin. Oleh sebab itu, pipa ini sering dipakai untuk instalasi air panas atau dingin serta hidrolik. Banyak orang memilih pipa PEX karena sistem penyambungannya yang simpel dan harganya yang bersaing.

6. Pipa CPVC

Pipa CPVC atau Chlorinate Poly Vinyl Chloride sangat tahan dengan perubahan suhu sampai 1.800 derajat Celsius. Itu dipengaruhi oleh tingkat ketebalan pipa yang cukup tinggi. Sebaiknya gunakan pipa CPVC untuk instalasi air dingin atau panas.

7. Pipa D

Berikutnya, ada pipa D yang termasuk ke dalam jenis pipa PVC. Pipa ini umumnya dipakai untuk menyalurkan air limbah tanpa tekanan. Misalnya, air limbah dari wastafel, kloset air, dan kitchen sink. Cara mengenali pipa D cukup mudah, yaitu dengan melihat adanya garis berwarna merah di sepanjang permukaan pipa.

8. Pipa PP-R

Kepanjangannya adalah Polypropylene Random. Pipa ini bersifat tahan terhadap tekanan maupun suhu tinggi. Ciri khasnya terletak pada warna hijau yang mencolok, lentur, dan ringan. Pipa PP-R mudah diaplikasikan dan cocok untuk sanitasi di rumah.

9. Pipa AW

Terakhir, ada pipa AW yang termasuk salah satu jenis pipa PVC. Pipa ini tahan terhadap tekanan air hingga 10 kg/cm2 yang mengalir ke seluruh unit plumbing. Berbeda dengan pipa D, pipa AW memiliki garis berwarna biru.

Itulah beberapa jenis pipa air yang bermanfaat untuk melengkapi bangunan. Ternyata, kategorinya bermacam-macam dan punya kelebihan masing-masing, ya? Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan selera Anda.

Anda dapat memesan material bangunan khsusnya beli dan sewa scaffolding berkualitas di Indosteger untuk memperkukuh pondasi pengerjaan rumah Anda. Bahan-bahannya sudah terjamin berkualitas dan tidak mengecewakan. Semoga informasi tadi bermanfaat dan menambah wawasan, ya!

You May Also Like